Senin, 30 Januari 2012

Kerusuhan London: Aksi Anti-Kemapanan?

Kerusuhan di kota London, Inggris telah memasuki hari ke empat. Hampir semua wilayah di kota itu dilanda kerusuhan dan penjarahan. Polisi London masih kesulitan mengendalikan keadaan. Menurut pengamatan Syahrul Hidayat, kandidat doktor politik yang sedang studi di London, ini dikarenakan kesalahan polisi sendiri. Ikuti keteranganannya kepada Radio Nederland.

Kerusuhan ini tidak terasa jika orang sedang berada di rumah, apalagi saya tidak di daerah yang agak jauh dari titik kerusuhan. Hanya suasana saja yang mencekam karena mobil polisi berlalulalang semalaman. Ini menandakan suasana tidak seperti biasa, jelas Syahrul Hidayat. Kegiatan sehari-hari juga bisa dilaksanakan tanpa masalah.

Saat ini kerusuhan telah menyebar ke seluruh kota London, bahkan ke pusat pertokoan di Oxford Street juga terjadi penjarahan. Secara geografis kerusuhan merata: utara, selatan, timur dan barat semua sudah terwakili. Bahkan meluas ke kota-kota lain seperti Liverpool, Bristol dan Birmingham.

Masih kewalahan
Di kota lain kerusuhan paling besar terjadi di Birmingham. Sementara di kota lain polisi masih bisa mengendalikan. Di Birmingham dikabarkan 100 orang ditahan, sementara di London sendiri sudah 400 orang ditangkap. Sampai saat ini polisi London belum bisa mengendalikan suasana. Alasan pertama karena wilayah kota yang luas. Untuk itu polisi London telah meminta bantuan polisi dari kota-kota lain.

Menurut Syahrul pertama-tama ada kesalahan manajemen di tubuh polisi, ketika demo pertama merebak. Mereka tidak memperkirakan ini akan menjadi kerusuhan yang membesar. Salahdugaan ini membuat polisi kecolongan. Yang kedua polisi juga memiliki andil, sehingga kerusuhan meluas. Ada sentimen yang menyebar di antara penduduk, karena perilaku polisi sendiri.

Remaja
Para pelaku kerusuhan menurut Syahrul kebanyakan anak-anak sekolah, remaja, pemuda. Umur 16 tahun ke atas. Polisi bahkan ada yang menangkap pelaku kerusuhan berusia 11 tahun. Polisi mengeluarkan himbauan kepada orangtua untuk memanggil anaknya dan meminta mereka tinggal di rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar