Senin, 30 Januari 2012

ceuk dede rusli mah

penulis bukan seorang yang menghambakan dirinya menjadi seorang punk, punk bukan agama bagi penulis tapi menurut nya punk adalah cara kita menyikapi hidup ini dengan tidak tergantung pada orang lain, belajar untuk lebih cerdas dan mencari sesuatu yang tidak membunuh kita secara perlahan.Mencari sesuatu yang membuat kita tidak mudah terkontaminasi dengan dogma2 sesat yang dibuat oleh mereka,mereka yang merasa menjadi tuhan dan pengatur dunia ini. terus mempelajari kehidupan ini layaknya seorang manusia yang yang mempunyai akal sehat dan mempunyai hati nurani yang manusiawi. punk hari ini bagi penulis bukan punk tempo dulu di inggris atawa punk yang membuat keonaran di sana sini.

saat ini punk menurut penulis adalah punk yang memerangi kebodohan yang telah masuk ke otak dan meracuni kawan2 punker yang terjebak dengan stigma bahwa punk adalah perusuh, punk bukan pemberani semu yang bersembunyi di balik tirai kebebasan dan meneriakan sesuatu yang utopis dan khayalan sesat.punk hari ini bagi penulis bukan sex pistol, karena punk hari ini bagi penulis bukan sampah2 yang melekat di badan tampa arti menjadi pelarian dan kebutuhan budaya pamer. punk hari ini bagi penulis bukan para poser dan begundal yang pengecut, yang menindas sesama dan menjadi jagoan layaknya preman. punk bukan berapa kali kau masuk penjara, tidak!!! itu preman bukan punk!!

belajarlah menjadi manusia layaknya seorang pemberani, belajar menjadi manusia yang tidak lari dari masalah. belajarlah menjadi manusia yang mempunyai kualitas person bukan menjadi target hitungan kuantitas yang di butuhkan oleh mereka yang memanfaatkan per kepalamu untuk tujuan busuk mereka dan meninggalkan kamu tergeletak di jalanan ketika kau sudah tidak di butuhkan lagi. tapi lawanlah mereka dengan intelektualitas, lawan mereka dengan pengetahuanmu, lawan mereka dengan cara bertahan hidupmu, karena kamu bukan pecundang tapi seorang punk.

punk hari ini bukan para begundal yang lari dari kehidupan nyata dan bertarung dengan identitas semu. berteriak di jalanan dan menuhankan alkohol layaknya seorang pecundang . menuhankan kata2 sampah sebagai penguat identitas, tidak itu bukan punk! itu seorang pengecut yang bermuka tebal dan memang mereka bukan punk tapi hanya seekor preman.

punk hari in bukan penghianat. berteriak tentang kebebasan diri tapi membunuh kebebasan orang lain.berteriak tentang penghargaan pluralitas ( perbedaan ) tapi melarang hak orang laen untuk berbicara. berbicara tentang etos D.I.Y ( semangat kemandirian ) tapi dengan nyata masih menjadi benalu bagi oran lain. berteriak tentang kemerdekaan diri tapi melarang hak orang lain untuk merdeka, berteriak tentang pemberontakan jiwa tapi menjerumuskan dirinya ke dalam kesesatan yang sebenarnya.

cukup sudah yang di lakukan oleh media terhadap kalian, dan para posser yang manfaatkan punk untuk identitas mereka dengan congkaknya ingin memiliki dunia ini, para posser hanya kumpulan kecoa2 yang bersembunyi diantara minyak wangi dan emas. punk tidak akan mati selama kalian berjuang dengan cerdas dan tidak menuhankan kekerasan sebagai ajaran sesat kalian. berkaryalah dan buat dirimu berguna bagi lngkunganmu, sekali lagi berjuanglah dengan cerdas. jangan menjadi pecundang karena tidak ada tempat buat pecundang di punk !!

Kerusuhan London: Aksi Anti-Kemapanan?

Kerusuhan di kota London, Inggris telah memasuki hari ke empat. Hampir semua wilayah di kota itu dilanda kerusuhan dan penjarahan. Polisi London masih kesulitan mengendalikan keadaan. Menurut pengamatan Syahrul Hidayat, kandidat doktor politik yang sedang studi di London, ini dikarenakan kesalahan polisi sendiri. Ikuti keteranganannya kepada Radio Nederland.

Kerusuhan ini tidak terasa jika orang sedang berada di rumah, apalagi saya tidak di daerah yang agak jauh dari titik kerusuhan. Hanya suasana saja yang mencekam karena mobil polisi berlalulalang semalaman. Ini menandakan suasana tidak seperti biasa, jelas Syahrul Hidayat. Kegiatan sehari-hari juga bisa dilaksanakan tanpa masalah.

Saat ini kerusuhan telah menyebar ke seluruh kota London, bahkan ke pusat pertokoan di Oxford Street juga terjadi penjarahan. Secara geografis kerusuhan merata: utara, selatan, timur dan barat semua sudah terwakili. Bahkan meluas ke kota-kota lain seperti Liverpool, Bristol dan Birmingham.

Masih kewalahan
Di kota lain kerusuhan paling besar terjadi di Birmingham. Sementara di kota lain polisi masih bisa mengendalikan. Di Birmingham dikabarkan 100 orang ditahan, sementara di London sendiri sudah 400 orang ditangkap. Sampai saat ini polisi London belum bisa mengendalikan suasana. Alasan pertama karena wilayah kota yang luas. Untuk itu polisi London telah meminta bantuan polisi dari kota-kota lain.

Menurut Syahrul pertama-tama ada kesalahan manajemen di tubuh polisi, ketika demo pertama merebak. Mereka tidak memperkirakan ini akan menjadi kerusuhan yang membesar. Salahdugaan ini membuat polisi kecolongan. Yang kedua polisi juga memiliki andil, sehingga kerusuhan meluas. Ada sentimen yang menyebar di antara penduduk, karena perilaku polisi sendiri.

Remaja
Para pelaku kerusuhan menurut Syahrul kebanyakan anak-anak sekolah, remaja, pemuda. Umur 16 tahun ke atas. Polisi bahkan ada yang menangkap pelaku kerusuhan berusia 11 tahun. Polisi mengeluarkan himbauan kepada orangtua untuk memanggil anaknya dan meminta mereka tinggal di rumah.